Inspirasinews – Medan, Keberadaan 160 calon haji (Calhaj) Kota Medan 2027 belum ditemukan secara jelas. Padahal, Calhaj tersebut telah memiliki nomor porsi sejak 2010.
Keberadaan 160 Calhaj Kota Medan 2027 belum ditemukan itu terungkap dalam audiensi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaju) Kota Medan dengan Wali Koa Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Balai Kota Medan, Selasa (8/9/2026).
Sebelumnya , Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Medan, Muhammad Bambang Irawan Hutasuhut, menyampaikan hasil survei kepuasan masyarakat secara nasional, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 91 persen dan Kota Medan turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Untuk pelaksanaan haji 2027, jumlah jemaah Kota Medan diperkirakan mencapai 1.939 orang, ditambah 95 jemaah lanjut usia sehingga totalnya menjadi 2.034 jemaah.
Bambang juga menyebutkan percepatan verifikasi menjadi penting, termasuk koordinasi dengan Disdukcapil. Ia menambahkan, masih terdapat sekitar 160 jemaah di Medan yang mendaftar sejak 2010 namun hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Selain data, aspek kesehatan jemaah juga menjadi perhatian, meski pemeriksaan masih menunggu keterhubungan sistem dari pemerintah pusat.
Kepala Kantor Kemenhaju Kota Medan, Muhammad Bambang Irawan Hutasuhut, menyampaikan jumlah jamaah Kota Medan untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2027 M/144 H diperkirakan total sebanyak 2.034 jamaah. “Jumlah itu terdiri dari jamaah reguler sebanyak 1.939 orang dan ditambah jamaah lanjut usia 95 orang,” sebut Bambang.
Sejauh ini, tambah Bambang, masih terdapat sekitar 160 jamaah Kota Medan belum ditemukan keberadaannya. Padahal, pada jamaah tersebut telah mendaftar sejak tahun 2010.
Saat ini, lanjut Bambang, Kemenhaju sedang melakukan verifikasi terhadap para calon jamaah yang akan mengikuti pelaksanaan ibadah haji tahun 2027. “Percepatan verifikasi ini penting, termasuk koordinasi dengan Disdukcapil. Verifikasi akan dilakukan hingga tingkat kewilayahan dengan mencocokkan nomor porsi dengan data kependudukan. Selain itu, aspek kesehatan jamaah juga menjadi perhatian, meski pemeriksaan masih menunggu keterhubungan sistem dari pemerintah pusat,” ujar Bambang.
Terkait keberadaan 160 jamaah itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meminta percepatan penelusuran jamaah tersebut. “Turun ke wilayah, biar diverifikasi langsung. Bisa kita sisir lagi,” kata Rico Waas.
Proses verifikasi, kata Rico Waas, perlu dilakukan lebih menyeluruh dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta jajaran kewilayahan. “Data berdasarkan nomor porsi nantinya dapat dicocokkan dengan NIK dan Kartu Keluarga (KK), sehingga keberadaan jemaah dapat ditelusuri hingga ke keluarganya,” katanya.
Pemkot Medan, sebut Rico Waas, siap membantu jika masih terdapat persoalan dalam proses persiapan keberangkatan jemaah. “Koordinasi lintas instansi perlu terus diperkuat, agar berbagai kendala menjelang pelaksanaan haji dapat segera ditangani,” kata Rico Waas. (sat)

