Umum

81 Kabupaten/Kota di Indonesia Masuk Kategori Rawan Pangan

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Sebanyak 81 kabupaten/kota di Indonesia masuk kategori rawan pangan. Sementara Kota Medan berada pada kategori tahan pangan, namun masih perlu ditingkatkan agar mencapai kategori sangat tahan pangan.

Sebanyak 81 kabupaten/kota di Indonesia masuk kategori rawan pangan disampaikkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, pada Dialog Kota Tangguh dalam rangka Rakernas APEKSI XVIII di Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata Hanif, sebanyak 60,02 persen atau sekitar 173 juta penduduk Indonesia tinggal dan mencari nafkah di kawasan perkotaan. Kondisi tersebut membuat pemerintah kota menghadapi tantangan semakin kompleks dalam menjamin kebutuhan masyarakat.

“Kota tidak lagi hanya menjadi tempat menerima pasokan, tetapi telah menjadi pusat konsumsi, perdagangan, logistik dan pengambilan keputusan ekonomi. Kota yang tangguh harus memiliki sistem pangan terintegrasi,” ujarnya.

Sistem tersebut, jelas Hanif, mencakup kepastian ketersediaan pangan, distribusi lancar, stabilisasi harga, jaminan mutu dan keamanan pangan, penguatan cadangan pangan daerah serta kemampuan pemerintah daerah merespons gejolak secara cepat dan terkoordinasi.

Perubahan iklim, sebut Hanif, telah menghadirkan pola cuaca ekstrem dan berdampak langsung terhadap distribusi pangan. “Kalau pasokan terganggu, harga akan naik. Ketika harga naik, daya beli masyarakat menurun. Pada akhirnya stabilitas sosial dan ekonomi kota ikut terdampak,” ujarnya.

Forum Komwil I APEKSI, menurut Hanif, menjadi momentum penting bagi 98 pemerintah kota untuk memperkuat kerja sama dan menyusun rekomendasi menuju kota tangguh dari berbagai aspek, mulai dari kebencanaan, fiskal, sosial hingga pangan.

Hanif mengajak seluruh kepala daerah membangun ekosistem pangan terintegrasi melalui penguatan tata kelola kelembagaan, dukungan pembiayaan, infrastruktur dan logistik, kepastian produksi dan pasokan, stabilisasi harga serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Melalui Dialog Kota Tangguh ini kiranya rekomendasi dan kolaborasi antar kota yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta mewujudkan kota-kota semakin tangguh di masa mendatang,” harap Hanif. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *