Sumut

Pemkot Tebingtinggi Siapkan Langkah Tekan Risiko Kecelakaan KA

Spread the love

Inspirasinews – Tebingtinggi, Pemkot Tebingtinggi siapkan langkah tekan risiko kecelakaan kereta api (KA). Langkah tersebut mencakup regulasi, pembenahan infrastruktur dan pendekatan sosial.

Pemkot Tebingtinggi siapkan langkah tekan risiko kecelakaan KA itu terungkap pada Rapat Evaluasi dan Pemantapan Petugas Perlintasan Kereta Api di Kota Tebingtinggi di Aula Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Rabu (3/6/2026).

Rapat di pimpin Sekdakota Tebingtinggi, Erwin Suheri Damanik, itu dihadiri Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Lidya, Camat Padang Hilir Melly Rahmayanti Harahap, Camat Rambutan Muhammad Hersan Koto, Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf, perwakilan PT. KAI, PT. Jasa Raharja serta para lurah, kepala lingkungan dan relawan penjaga perlintasan kereta api.

“Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Yang di butuhkan masyarakat saat ini bukan hanya pembahasan regulasi, tetapi tindaklanjut nyata untuk meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan kereta api,” tegas Erwin.

Pada aspek regulasi, kata Erwin, Pemkot Tebingtinggi akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Balai Teknik Perkeretaapian. Hal ini untuk memperjelas tindaklanjut pengelolaan perlintasan sebidang yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Pemkot juga akan mendorong pembangunan pos penjagaan di sejumlah titik perlintasan,” katanya.

Dari sisi infrastruktur dan personel, sebut Erwin, saat ini Pemko Tebingtinggi telah menempatkan petugas penjaga palang kereta api di tujuh titik perlintasan sebidang. “Pemkot akan menambah jumlah petugas. Jadi, setiap titik dijaga dua orang secara bergantian. Kami akan menugaskan BKPSDM untuk menambah personel, sehingga setiap titik perlintasan memiliki petugas cadangan. Ini penting, agar pengawasan tetap berjalan apabila salah satu petugas berhalangan,” sebutnya.

Pemkot juga, sambung Erwin, akan mengupayakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian, dunia usaha, Perbankan dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). “Ini untuk membantu melengkapi fasilitas keselamatan petugas dan relawan, seperti seragam dan rompi reflektif maupun fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.

Pada aspek sosial, tambah Erwin, Pemkot Tebingtinggi akan mengkaji peluang pemberian bantuan sosial bagi korban kecelakaan lalu lintas perkeretaapian. “Kajian ini akan dilakukan bersama Dinas Sosial dan DPRD guna merumuskan regulasi daerah memberikan perlindungan lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Erwin, edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas di perlintasan kereta api sangat penting. Pemkot akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memasang papan informasi jadwal perjalanan kereta api, meningkatkan sosialisasi kepada warga di sekitar rel serta memastikan tidak ada tanaman atau bangunan menghalangi jarak pandang pengguna jalan.

“Pemkot juga berencana menjajaki kerja sama akademik dengan institusi pendidikan transportasi untuk menjadikan perlintasan di Tebingtinggi sebagai objek studi keselamatan berbasis riset,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Yustin Bernat Hutapea, melaporkan saat ini telah terpasang tujuh palang perlintasan kereta api di Kota Tebingtinggi berasal dari bantuan Balai Teknik Perkeretaapian dan PT. Jasa Raharja. Ketujuh titik tersebut berada di Jalan Abdul Hamid, Jalan Gunung Arjuna, Jalan Gunung Semeru, Jalan Pulau Belitung, Jalan Danau Meninjau, Jalan Danau Singkarak dan Jalan Lama.

“Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebingtinggi untuk meninjau sejumlah titik perlintasan sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian,” sebut Yustin. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *