Inspirasinews – Medan, Bantuan Sosial (Bansos) masih jadi keluhan warga Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Bansos masih jadi keluhan warga Kota Bangun Medan Deli itu terungkap saat Bendahara Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Medan, Reinhart Jeremy Anindhita, menjemput aspirasi masyarakat pada Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 Tahun Anggaran 2026 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Minggu (26/7/2026).
Hadir saat itu dari Dinas Ketapang Indra Utama, Kasi Sarpras Kecamatan Medan Deli Yanmar Simanullang, dari Dinas Pendidikan Dessari Kurniati, dari Dinas Sosial Pipin Kesuma, dari Dinas Perhubungan Bastian Sigalingging, dari Dinas PKPCKTR Taufik A Siregar, Lurah Kota Bangun Yudha Ardiansyah, Ka UPT Puskesmas Medan Deli dr. Eliane, dari Dinas Lingkungan Hidup Hendar Harahap, dari Perumda Tirtanadi Deni Irawan, dari Polsek Medan Labuhan Aipda Sijabat serta ratusan masyarakat.

Rusmala Dewi, warga Lingkungan 5 Kota Bangun mengeluhkan penyaluran Bansos yang belum tepat sasaran. Pasalnya, hanya itu-itu saja orang yang mendapatkan Bansos. “Kami ini banyak yang menyewa dan penghasilan hanya cukup untuk makan, kenapa Desil kami tinggi,” tanyanya.
Keluhan yang sama juga disampaikan, Sri Wahyuni. “Saya pernah tanyakan kenapa tidak dapat. Jawabannya karena sedang tidak hamil, sementara tetangga saya hamil juga tidak dapat, karena suaminya katanya dapat BPJS Ketenagakerjaan. Apa memang itu alasannya, sehingga kami tidak mendapat,” tanyanya.
Sri Handayani menanyakan cara mendapatkan bantuan pendidikan. Sebab, anaknya tidak pernah mendapatkan bantuan. “Saya tanyakan ke sekolah, katanya masukan ke Dapodik. Setelah dimasukkan, tapi sampai sekarang tidak pernah dapat,” katanya.

Warga Kota Bangun lainnya, Indah, mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok. Sejak adanya program MBG, kata Indah, hampir semua harga kebutuhan pokok melonjak.
“Dulu harga ayam potong di kisaran Rp25 ribu/Kg, sekarang mencapai Rp38-40 rib/Kg. cabai dulu Cuma Rp8 ribu/ons, sekarang mencapai Rp15 ribu/ons. Termasuk harga beras dan telur juga naik, sementara gaji tidak naik. Kiranya pemerintah bisa menekan harga-harga kebutuhan pokok ini bisa kembali normal,” pintanya.
Selain itu, Indah, juga meminta agar dibangun SMA Negeri di Medan Deli. Sebab, dari seluruh kecamatan yang di ada di wilayah Medan Utara, hanya Kecamatan Medan Deli tidak memiliki SMA Negeri.

Sedangkan, Dedi Irawan, meminta agar drainase di Jalan Bauksit tepatnya di dekat lapangan parit tunggal dinormalisasi. Sebab, sudah hampir 6 atau 7 tahun tidak pernah dinormalisasi. “Bayangkan, 5 menit saja hujan lebat, air masuk ke rumah-rumah warga,” kata Dedi.
Terkait Bansos, Pipin Kesuma dari Dinas Sosial Kota Medan menyampaikan jika salah seorang dari anggota keluarga di dalam Kartu Keluarga (KK) menerima gaji UMR atau UMP, maka Bansos terhenti dengan sendirinya. “Kalau dalam satu KK dengan penerima Bansos ada menerima gaji UMR atau UMP, apakah itu suami, anak atau istri, maka Bansos akan stop dengan sendirinya,” kata Pipin.
Termasuk juga soal pekerjaan, sebut Pipin, juga mempengaruhi data penerima Bansos. “Kalau di dalam KK tertulis pekerjaan karyawan swasta atau wiraswasta, maka itu Desilnya tinggi, walaupun pada kenyataannya yang bersangkutan tidak bekerja. Solusinya, perbaharui KK-nya. Kita jujur saja, kalau memang tidak bekerja buat tidak bekerja. Walaupun sudah masuk layak penerima Bansos, tidak otomatis langsung dapat menerima, tetapi tetap antri berdasarkan kuota,” jelas Pipin.

Sementara, Reinhart Jeremy Anindhita, menyampaikan saat ini Pemkot Medan mempunyai program PKH Medan Makmur. “Program ini diperuntukan bagi keluarga tidak mampu yang belum mendapatkan Bansos dari pemerintah pusat. “Jadi, kalau yang tidak dapat Bansos dari pemerintah pusat, bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan PKH Medan Makmur. Jadi, biar semuanya adil,” katanya.
Terkait soal Geng Motor dan narkoba, Reinhart, meminta sekaligus mengimbau para orang tua untuk mengontrol anak-anaknya. Sebab, orang tua merupakan garda terdepan dalam mengawasi anak. “Tolong cek, jangan nanti anak-anak kita terlibat kepada hal-hal yang dapat merugikan dirinya dan keluarga. Jangan nanti menyesal setelah nasi menjadi bubur,” ungkapnya.

Anggota Komisi I itu juga mengimbau agar pro aktif mencari informasi terkait berbagai bantuan pemerintah kepada masyarakat. “Jangan kita aktif di TikTok, Facebook dan Instagram saja. Kita juga harus tahu tentang berbagai program bantuan pemerintah kepada masyarakat,” pesannya.
Semua aspirasi yang disampaikan, tambah Reinhart, menjadi masukan bagi DPRD untuk diteruskan ke Pemkot Medan melalui sidang paripurna agar dapat ditindaklanjuti menjadi program pembangunan. (sat)

