Sumut Umum

Pemprov Sumut Siapkan Rp430 M Untuk Pemulihan Pascabencana

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) siapkan Rp430 miliar (M) untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor. Anggaran tersebut dialokasikan ke lima bidang prioritas guna mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Pemprov Sumut siapkan Rp430 miliar untuk pemulihan pascabencana disampaikan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, pada Rakor dengan Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (12/1/2026).

Bobby menyebutkan, alokasi terbesar berada pada bidang infrastruktur sekitar Rp275 miliar, meliputi perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air serta rehabilitasi rumah.

Selanjutnya, bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp1,68 miliar, pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar serta bantuan keuangan kepada pemerintah daerah sebesar Rp110 miliar. “Kita akan lalukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” sebut Bobby.

Bobby juga menyampaikan, rencana pembangunan 200 unit hunian tetap (huntap) dengan total anggaran Rp1,2 miliar. Nilai tersebut setara dengan huntap yang dibangun pemerintah pusat, yakni Rp60 juta per unit.

“Kita tunggu datanya dari kabupaten/kota dan menyingkronkan dengan data BNPB. Bila memang Huntap sudah tercover semua oleh BNPB, kita akan tambahkan anggaran ini untuk BNPB. Jadi, rumah yang dibangun BNPB nilainya nanti lebih dari Rp60 juta,” kata Bobby.

Ketua BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan pemerintah pusat terus melakukan rehabilitasi pascabencana di Sumut, Aceh dan Sumatera Barat dengan menyiapkan 5.951 unit huntap untuk Sumut, perbaikan jalan dan jembatan serta pengiriman bantuan logistik dan kebutuhan lainnya.

“Walaupun status bencana sudah dicabut, kami akan tetap membantu bapak/ibu semua dalam pemulihan, tidak ada lagi masyarakat di pengungsian saat puasa, semua di huntara, menyewa rumah atau di rumah kerabat yang biayanya kita tanggung, kita juga menyiapkan Rp600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi, Rp3 juta untuk pengganti isi rumah dan Rp5 juta untuk modal usaha bagi pengusaha yang terdampak,” katanya.

Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera, Tito Karnavian, mengatakan terdapat sejumlah indikator menunjukkan daerah bencana telah kembali normal, antara lain berjalannya pemerintahan dari tingkat provinsi hingga desa, layanan publik yang baik, akses darat lancar, aktivitas ekonomi berjalan serta ketersediaan SPBU, gas, elpiji, listrik, internet dan air minum dalam kondisi baik.

“Kalau dilihat dari pemetaan kita, Sumut sudah membaik secara umum. Hanya tinggal beberapa daerah masih perlu kita percepat, seperti Tapsel, Tapteng, Taput dan Sibolga, di mana beberapa indikatornya masih belum baik,” kata Tito. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *