Sumut

Wali Kota Tebingtinggi Dorong Masjid Jadi Pusat Ekonomi Umat

Spread the love

Inspirasinews – Tebingtinggi, Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, dorong masjid jadi pusat ekonomi umat. Artinya, dari masjid pergerakan ekonomi dimulai.

Wali Kota Tebingtinggi dorong masjid jadi pusat ekonomi umat dalam sambutannya pada launching program Baznas Ultra Microfinance Bumi Masjid di Masjid Raya Nur Addin, Jalan MT Haryono No. 126, Kelurahan Badak Bejuang, Rabu (4/11/2026).

Wali Kota menilai, program hasil kerja sama Baznas RI dan Baznas Kota Tebingtinggi merupakan bentuk nyata pengelolaan dana umat. Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Wali Kota berpesan, para penerima manfaat agar mengelola dana pinjaman dengan baik dan penuh tanggung jawab. Bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM ini berkisar antara Rp2 juta hingga Rp3 juta per orang, dengan skema pengembalian ringan dan terjangkau. “Ini lumayan, bisa meringankan beban Bapak dan Ibu sekalian, tetapi benar-benar harus dikelola dengan baik. Cicilannya sudah diatur, dikembalikan hanya Rp10.000 per hari,” pesan Wali Kota.

Para bagian lain, Wali Kota, mengapresiasi kinerja Baznas Kota Tebingtinggi atas berbagai prestasinya di tingkat nasional. Baznas Kota Tebingtinggi tercatat meraih Baznas Award 2025 untuk kategori Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Terbaik serta masuk dalam jajaran lima besar kategori Baznas Kota Terbaik pada Baznas Award 2026. “Prestasi ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Mari kita jaga bersama agar program ini berjalan dengan baik dan sukses,” ajak Wali Kota.

Sementara Ketua Baznas Kota Tebingtinggi, Khuzamri Amar, menyampaikan keberhasilan meraih predikat lima besar Baznas Award 2026 membawa berkah berupa alokasi dua titik bantuan Program Baznas Ultra Microfinance Bumi Masjid untuk Kota Tebingtinggi.

“Saat ini program disalurkan melalui Masjid Raya Nur Addin dan Masjid Nurul Iman di Jalan Asrama. Sebenarnya kita mengusulkan lima masjid, namun baru dikabulkan dua masjid. Jika dalam tiga bulan program ini berjalan sukses, maka tiga masjid lainnya akan menyusul,” jelas Khuzamri.

Program microfinance berbasis masjid ini, sebut Khuzamri, merupakan inisiatif Baznas RI. Tujuannya, menjadikan rumah ibadah tidak hanya sebagai pusat syiar agama, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi umat. “Setelah diterima, bulan depan sudah punya kewajiban membayar. Lama peminjaman 10 bulan. Kalau dihitung per hari, pengembaliannya cuma Rp10.000 atau sekitar Rp300.000 per bulan,” rincinya.

Adapun total penyaluran dana dalam program ini meliputi bantuan sebesar Rp100 juta masing-masing untuk Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Nur Addin dan BKM Masjid Nurul Iman. Selain itu, bantuan modal usaha juga disalurkan kepada 68 orang pelaku UMKM dari kedua wilayah masjid tersebut dengan besaran bervariasi antara Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pengurus BKM dan perwakilan pelaku UMKM. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *