Medan Umum

Malaysia Jajaki Kerja Sama Bidang Kesehatan & Industri Halal di Medan

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Malaysia jajaki kerja sama bidang kesehatan dan industri halal di Medan. Selain itu, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata dan hospitalitas.

Malaysia jajaki kerja sama bidang kesehatan dan industri halal di Medan disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Muzafar Shah Mustafa, saat berkunjung ke Balai Kota Medan, Kamis (8/10/26).

Medan, kata Muzafar, kota sangat penting bagi Malaysia, khususnya dalam hubungan ekonomi dan perdagangan di Sumatera Utara. “Saya merasakan Medan ini satu bandar sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini,” kata Muzafar.

Pada tahun 2023, sebut Muzafar, total perdagangan Malaysia-Indonesia mencapai lebih dari USD26 miliar. sementara perdagangan dua arah Malaysia dan Medan mencapai sekitar USD1,5 miliar. “Angka tersebut menunjukkan masih banyak potensi dapat dikembangkan,” katanya.

Muzafar berharap, kunjungannya menjadi awal kerja sama lebih konkret antara Malaysia dan Kota Medan. “Kiranya penguatan hubungan ini membuka peluang investasi, memperluas perdagangan, menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara,” harapnya.

Sebelumnya Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan Medan memiliki posisi strategis sebagai kota terbesar di Sumatera dengan penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Sebagai kota multikultur, Medan juga memiliki kekayaan kuliner dan budaya yang menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata.

Di sektor ekonomi, ungkap Rico Waas, realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, jauh melampaui target Rp7 triliun. Pertumbuhan ekonomi pada tahun yang sama juga mencapai sekitar 5,10 persen. “Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga memaparkan pembangunan BRT yang menghubungkan Medan, Binjai dan Deliserdang. “Ini ditargetkan berkembang dari lima menjadi 12 koridor pada 2027,” katanya.

Selain itu, sebut Rico Waas, Medan tengah mengembangkan program PSEL. Selain itu, Pemkot Medan juga melakukan penataan lima Kawasan Strategis Pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *