Medan

Rico Waas Instruksikan OPD Tindaklanjuti Hasil Reses DPRD

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, instruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tindaklanjuti hasil Reses DPRD dari lima Daerah Pemilihan (Dapil). Setiap aspirasi warga menjadi program pembangunan konkret, transparan dan akuntabel.

Rico Waas instruksikan OPD tindaklanjuti hasil Reses DPRD dalam sambutannya pada sidang paripurna DPRD Kota Medan tentang penyampaian hasil Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 Tahun Anggaran (TA) 2026, Senin (31/8/2026). 

Sidang paripurna di pimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen bersama Wakil Ketua Hadi Suhendra itu dihadiri Wakil Zakiyuddin Harahap, Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, para anggota DPRD Kota Medan serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Medan.

“Program yang dinilai bisa dikerjakan dalam waktu dekat, langsung dieksekusi. Bahkan, mulai minggu ini,” tegasnya.

Berdasarkan laporan Reses anggota DPRD Kota Medan dari lima Dapil, sebut Rico Waas, terdapat banyak aspirasi memiliki persoalan senada. Sebagian di antaranya tidak membutuhkan proses panjang untuk mulai dikerjakan.

Rico Waas meminta, Pj Sekda segera mengumpulkan OPD terkait usai rapat paripurna untuk memeriksa catatan khusus serta memetakan program hasil Reses yang dapat dikerjakan dalam waktu dekat.

“Aspirasi tidak boleh berhenti sebagai catatan. Aspirasi harus bergerak menjadi perencanaan, perencanaan bergerak menjadi penganggaran dan penganggaran harus menghasilkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Soal Pokir DPRD, Rico Waas, mengingatkan pentingnya menyelaraskannya dengan kerangka kerja Monitoring Center for Strategic Prevention (MCSP) KPK guna menjamin tata kelola anggaran bebas dari praktik korupsi. “Pokir harus berbasis kebutuhan nyata masyarakat, memiliki kajian jelas serta mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah,” katanya. 

​Kepada seluruh OPD, Rico Waas, menegaskan untuk tidak membiarkan dokumen Reses bertumpuk tanpa kepastian. OPD diminta melakukan verifikasi mendalam dan menyampaikan jawaban jujur serta terbuka kepada masyarakat mengenai usulan yang dapat direalisasikan maupun perlu ditunda. 

​”Masyarakat tidak akan menilai kita dari seberapa sering kita berbicara tentang sinergi. Masyarakat menilai dari hasilnya, apakah jalannya diperbaiki, banjirnya berkurang dan layanan publiknya semakin cepat. Kita boleh berbeda fungsi, tetapi keberpihakan kita harus satu untuk kepentingan masyarakat Kota Medan,” ungkapnya. (sat)

                                              

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *