Inspirasinews – Medan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) studi tiru inovasi Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (Qresto) ke Medan. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemkot Tanjungpinang studi tiru inovasi Qresto ke Medan langsung di pimpin Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah ke Balai Kota Medan, Kamis (11/6/2026).
Kehadiran Wali Kota Tanjungpinang bersama Ketua TP PKK Yuniarni Pustoko Weni, Sekda Zulhidayat serta sejumlah pimpinan OPD disambut Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Sekda Wiriya Alrahman dan sejumlah pimpinan OPD.
Rico Waas menyampaikan, Pemkot Medan terus berinovasi dalam mengelola APBD sekitar Rp7 triliun, agar sektor pendapatan daerah, seperti pajak hotel, restoran, hiburan hingga PBB dapat terkelola secara maksimal.
Selama ini, kata Rico Waas, sistem pungutan pajak restoran 10% (PB1) dengan metode self-assessment (pelaporan mandiri oleh wajib pajak) rawan kebocoran. Begitu juga manipulasi alat tapping box.
”Selama ini, banyak restoran lapor sendiri. Pakai tapping box pun, terkadang bisa dimatikan atau mereka membuat buku laporan ganda. Datanya jadi tidak valid. Jadi, kita tidak hanya bicara mencari pendapatan baru, tapi bagaimana agar PAD masuk ke kas daerah tidak bocor ke mana-mana,” kata Rico Waas.
Karena itu, sebut Rico Waas, melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara dan Bank Sumut, Pemkot Medan melahirkan inovasi Qresto dan diluncurkan pada 27 April 2026 lalu.
“Sistem ini menggunakan teknologi split payment otomatis berbasis kode QRIS. Sistem ini langsung memisahkan nominal transaksi pada saat konsumen melakukan pembayaran. Artinya, begitu konsumen membayar, sistem langsung memecah (splitting) dana seketika 10% pajak langsung masuk ke rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemkot Medan. Sementara hak pemilik restoran langsung masuk ke rekening usaha mereka, sehingga menutup total potensi manipulasi data,” jelas Rico Waas.
Rico Waas mengajak, pemerintah daerah lain untuk bersama-sama mengadaptasi sistem ini secara luas. “Dengan inovasi Qresto, kami optimistis persentase PAD dari sektor pajak akan meningkat signifikan,” katanya.
Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengaku tertarik langkah inovatif implementasi sistem Qresto. ”Kota Medan adalah salah satu daerah paling berhasil dalam meningkatkan PAD. Kehadiran kami di sini adalah dalam rangka memperlajari beberapa inovasi pungutan pajak. Nantinya akan kami coba untuk diterapkan di Tanjungpinang, termasuk apa yang disampaikan Pak Wali tadi,” ungkap Lis. (sat)

