Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis, menggunting pita peresmian cafe difabel
Ekbis Sumut Umum

Pertama di Indonesia, Sumut Miliki Gallery & Cafe Pelataran Difabel

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Sumatera Utara (Sumut) miliki gallery dan cafe pelataran difabel. Gallery dan cafe pertama di Indonesia itu dikelola oleh para penyandang difabel.

Sumut miliki gallery dan cafe pelataran difabel diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, di Jalan Karya Kasih, Kecamatan Medan Johor, Minggu (3/9/2023). Peresmian di tandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumut, Nawal Lubis dan penandatangani prasasti oleh Edy Rahmayadi.

Edy menyampaikan, para penyandang difabel memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi pada bangsa. Meski memiliki keterbatasan, para penyandang difabel tersebut punya kompetensi dan hak yang sama dengan lainnya.

“Saya apresiasi pembangunan Gallery dan Cafe ini sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian kepada saudara-saudara kita. Mereka tidak lagi menerima “ikan” tetapi “kail”, sehingga mereka bisa mandiri,” kata Edy.

Edy mengatakan, banyak potensi yang di miliki penyandang disabilitas yang tidak di miliki oleh mereka yang sempurna. “Tinggal bagaimana mereka diberikan kesempatan untuk tampil. Ini terbukti atlet difabel Sumut menempati peringkat dua tingkat nasional. Mereka tidak butuh empati kita, yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk tampil dan di perlakukan setara dengan yang lainnya,” ujarnya.

Edy juga berharap, gallery dan cafe pelataran difabel dapat dikelola dengan baik dan di manfaatkan secara optimal untuk meningkatkan semangat dan kemandirian para penyandang difabel.

“Nanti kepala dinas bergantian berkunjung ke sini, bawa duit belanja di sini, sampai mereka bisa mandiri. Saya juga nanti akan ke sini ngopi, ini dekat dengan rumah orang tua saya, nanti saya singgah,” kata Edy.

Pada kesempatan itu, Edy, meluangkan waktu bernyanyi dengan para penyandang difabel. Bahkan, Edy Rahmayadi, foto bersama penyandang difabel Sri Wahyuni, peraih medali emas cabang judo.

Kepala Dinas Sosial Sumut, Sri Suriani Purnamawati, mengatakan kehadiran  Galerry dan Cafe Pelataran Difabel ini sebagai wahana berhimpunnya para difabel untuk menunjukkan kreativitasnya. Walau selama ini para difabel sudah berkarya, tapi tidak semua orang tahu dan bisa melihatnya secara terus menerus.

“Jadi, pelataran ini hadir tidak saja sebagai cafe dan gallery, tapi juga sebagai tempat pelatihan, pusat promosi produk-produk difabel serta bentuk dukungan bahwa mereka bisa mandiri dan tidak lagi menjadi beban keluarga,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, pemerintah sudah memfasilitasi bahwa 2% penyandang difabel di pekerjakan di sektor pemerintah dan 1 % di perkerjakan di sektor swasta. Tapi masih ada rasa ketidakpercayaan masyarakat untuk memperkerjakan difabel.

“Jadi kita buka ruang bagi teman-teman difabel agar masyarakat semakin peduli, di balik kekurangan pasti ada kelebihan tinggal kita maksimalkan lagi,” ucapnya.

Sri juga mengatakan, Galerry dan Cafe Pelataran Difabel satu-satunya yang ada di Indonesia. “Ke depan, kita akan duplikasi ke tempat-tempat lain. In Syaa Allah tahun depan akan di daftarkan sebagai inovasi dari Pemprov Sumut, sehingga bisa menambah jumlah prestasi yang telah diterima saat ini.

Galerry dan Cafe Pelataran Difabel didirikan atas dukungan dana CSR baik BUMN dan BUMD. Memiliki Koperasi dengan sistem pengelolaan berbasis charity (amal), di mana jika ada pelanggan datang berdua minum kopi, mereka membayar untuk lima orang, tiga lagi untuk para difabel yang akan berkunjung ke sini. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *