Medan

Gen Z Diajak Perkuat Kembali Budaya Timur

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Generasi (Gen) Z diajak perkuat kembali budaya timur. Sebab, budaya tersebut sangat luhur dan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Gen Z diajak perkuat kembali budaya timur menjadi kesimpulan pada Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang digelar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, di Jalan Sisingamangaraja No. 278, Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (20/6/2026). Hadir sebagai narasumber pada kegiatan itu, Pdt. Rijen Lumbantoruan MTh dan Rebeca Hutahaean.

Dalam paparannya, Rijen, menyampaikan anak-anak zaman sekarang tidak bisa lagi dididik hanya dengan perintah, melainkan harus lewat keteladanan nyata dari orang tua. “Gen Z itu unik, mereka mencontoh apa yang dilihat, bukan apa yang diperintah. Tunjukkan dulu hal yang baik kepada mereka. Makanya, orang tua harus menjadi teladan,” kata Rijen.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Dodi R Simangunsong, sosialisasikan Wasbang di Medan Kota
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, gelar Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Sisingamangaraja No. 278, Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (20/6/2026). (foto/dok)

Saat ini, kata Rijen, banyak anak mengalami tekanan psikologis, karena merasa pendapatnya tidak didengarkan oleh orang tua. “Pola asuh ini erat kaitannya dengan implementasi sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” katanya.

Di era kelimpahan informasi, sebut Rijen, anak-anak butuh didengar. Orang tua diminta tidak langsung memarahi anak saat nilai rapor buruk, melainkan memberikan motivasi untuk memperbaiki prestasi.

“Untuk Sila Ketiga (Persatuan Indonesia), pentingnya menjadi teladan dalam masyarakat yang heterogen. Orang tua harus bijak menjelaskan perbedaan pergaulan. Sila Keempat, anak harus diposisikan sebagai subjek yang di dampingi, bukan sekadar objek yang diperintah,” jelasnya.

Rijen juga mengingatkan, orang tua tidak sepenuhnya bergantung pada kurikulum sekolah yang kerap berubah seiring pergantian menteri. “Pendidikan karakter dan budi pekerti yang utama itu berawal dari rumah,” jelasnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat, Dodi R Simangunsong, foto bersama usai sosialisasi Wasbang di Medan Kota
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, foto bersama usai menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Sisingamangaraja No. 278, Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (20/6/2026). (foto/dok)

Khusus kepada Gen Z, Rijen, berpesan agar menjauhi aksi perundungan (bullying) serta menghindari konten-konten digital yang tidak bermutu dan tidak bermoral.

Sementara, Rebeca Hutahaean, menambahkan ancaman pergaulan bebas harus diatasi lewat pengamalan Pancasila, penguatan nilai agama, norma-norma sosial, serta bijak bermedia sosial. “Tantangan ke depan adalah jangan sampai kita kehilangan waktu bersama anak. Kita harus selalu hadir nyata untuk mereka,” ungkapnya.

Pada sesi diskusi, Melani Tobing, mempertanyakan sulitnya mengatasi anak Gen Z meski ditanamkan nilai-nilai kegamaan dan nasihat. Sementara, Melvi Siahaan, menyampaikan agar kurikulum PMP dikembalikan. Sebab, saat ini nilai Pancasila mulai menjauh dari generasi muda akibat kecanduan gawai.

Menjawab itu, Rebeca, menegaskan kunci utamanya ada pada konsistensi keteladanan di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Terkait mata pelajaran PMP, Rijen, mengatakan saat ini Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus mengupayakan dan mengusulkan agar PMP masuk kembali ke dalam kurikulum pendidikan nasional dan diujikan secara nasional. “Langkah ini digagas untuk membentuk karakter, moral serta adab generasi muda di tengah maraknya krisis moral,” ungkapnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *