Medan

Wali Kota Medan Dorong Program Pembelajaran Smart Class

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dorong program pembelajaran Smart Class (Kelas Digital) pada sekolah di Kota Medan. Kelas digital membuat pembelajaran lebih interaktif dan modern.

Wali Kota Medan dorong program pembelajaran Smart Class sebagaimana disampaikan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan, Prayogi, Kamis (11/6/2026).

Program ini, kata Prayogi, dirancang untuk menjawab tantangan era digital dengan pendekatan interaktif dan berbasis teknologi. “Pembelajaran smart class ini kita arahkan agar sistem instruksional di sekolah bisa berjalan selaras dengan perkembangan zaman,” katanya.

Program ini, sebut Prayogi, telah diterapkan di puluhan sekolah percontohan di Kota Medan, dengan sasaran siswa kelas 8 SMP. “Pemilihan jenjang ini dilakukan, agar sekolah memiliki waktu untuk memetakan kemampuan siswa sebelum dilakukan seleksi internal,” katanya.

Dalam implementasinya, tambah Prayogi, konsep paperless didukung melalui pemanfaatan platform Learning Management System (LMS). Buku paket dialihkan ke format digital dan penggunaan buku tulis konvensional ditekan secara signifikan.

“Keputusan akhir keikutsertaan siswa tetap berada di tangan orang tua. Sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi sebelum menetapkan siswa masuk ke Kelas Digital,” katanya.

Sementara Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Medan, Rohanim, mengatakan Smart Class dirancang tidak sekadar menghadirkan perangkat teknologi, tetapi juga mengubah pola belajar mengajar agar lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. “Kelas Digital ini kita fokuskan untuk siswa kelas 8. Proses seleksinya terbuka, sehingga seluruh siswa punya kesempatan sama,” katanya.

Dari proses seleksi, kata Rohanim, terpilih 32 siswa untuk mengikuti pembelajaran Smart Class. “Tak hanya siswa, guru yang mengajar di kelas ini juga harus melalui seleksi ketat untuk memastikan kompetensi dalam pembelajaran berbasis digital,” katanya.

Kendati awalnya ada persyaratan kepemilikan gawai pribadi, sambung Rohanim, hal itu tidak menjadi kendala bagi pihak sekolah. “Siswa yang tidak memiliki perangkat (gawai), tetap difasilitasi menggunakan komputer di sekolah,” ujarnya.

Perbedaan Smart Class dengan kelas regular, tambah Rohanim, tampak jelas dari fasilitas dan penerapan metode pembelajaran. Ruang kelas dirancang kedap suara untuk menjaga konsentrasi belajar serta di lengkapi pendingin ruangan (AC) dan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital.

“Seluruh proses pembelajaran berlangsung secara paperless. Materi, tugas hingga evaluasi dilakukan secara digital. Penggunaan kertas diminimalisasi, sehingga siswa terbiasa dengan ekosistem teknologi. Anak-anak lebih nyaman, lebih fokus dan semangat belajarnya meningkat. Ini terlihat dari hasil evaluasi yang kami lakukan secara berkala,” ungkap Rohanim.

Saat ini, lanjut Rohanim, SMP Negeri 1 Medan telah memiliki tiga unit IFP, terdiri dari dua bantuan pemerintah pusat dan satu dari Pemkot Medan. “Dengan fasilitas tersebut, sekolah mulai merancang pengembangan Smart Class secara mandiri. Kami menargetkan penambahan ruangan, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh siswa. Kami ingin terus berkembang, tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga berupaya mandiri untuk menciptakan lebih banyak ruang belajar digital,” pungkasnya.

Di ketahui, program Smart Class di SMP Negeri 1 Medan bagian dari proyek percontohan (piloting) Disdikbud Kota Medan dalam mendorong transformasi pendidikan. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *