Medan

LPK Majime Siap Dukung Pemkot Medan Kurangi Pengangguran

Spread the love

Inspirasinews – Medan, LPK Majime Training Centre siap dukung Pemkot Medan kurangi pengangguran melalui penempatan pekerja migran Indonesia.

LPK Majime Training Centre siap dukung Pemkot Medan kurangi pengangguran disampaikan Pembina LPK Majime Training Centre, Rahudman Harahap, saat beraudiensi ke Wali Kota Medan di Rumah Dinas, Jalan Sudirman Medan, Rabu (10/6/2026).

Selama ini, kata Rahudman, LPK Majime Training Canter fokus mempersiapkan generasi muda, agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya pasar kerja luar negeri.

LPK Majime Training Centre, sebut Rahudman, telah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan. “Kami sudah memberangkatkan sekitar 800 orang tenaga kerja dari Medan untuk bekerja di luar negeri. Permintaan tenaga kerja terus meningkat dari berbagai negara tujuan,” jelas Rahudman.

LPK Majime Training Centre, sambung Rahudman, juga menyediakan berbagai program pelatihan dengan biaya sekitar Rp15 juta per peserta. Pelatihan tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sektor kesehatan, kuliner, industri manufaktur hingga pengemudi.

“Tahun ini, kami menargetkan sekitar 100 orang akan diberangkatkan. Kami siap memperkuat kerja sama dengan Pemkot Medan dan Dinas Ketenagakerjaan, termasuk membuka kesempatan bagi Pemkot Medan untuk meninjau langsung lokasi pelatihan,” katanya.

Sementara Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyambut baik program pelatihan dan penempatan pekerja migran Indonesia. Dia menilai, mampu membantu mengatasi persoalan pengangguran di Kota Medan.

Saat ini, kata Rico Waas, peluang kerja di Kota Medan masih perlu terus ditingkatkan, agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Jadi, berbagai peluang kerja di luar negeri perlu dimanfaatkan secara optimal, khususnya di Jepang yang saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja usia produktif,” katanya.

Saat ini, jelas Rico Waas, Jepang sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan etos kerja baik. “Di Jepang sangat dibutuhkan keterampilan dan karakter pekerja seperti yang dimiliki masyarakat kita. Cara kerja dan sikap humanis tenaga kerja Indonesia sangat dibutuhkan, terutama di sektor kesehatan dan perawat yang memiliki penghasilan cukup besar,” katanya.

Menurunnya angka kelahiran di Jepang, sebut Rico Waas, menyebabkan jumlah tenaga kerja muda terus berkurang dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja asal Indonesia, termasuk dari Kota Medan.

“Kita memiliki banyak anak muda potensial. Tinggal bagaimana mereka diberikan pelatihan tepat, agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional,” ungkapnya.

Rico Waas mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha dan berbagai pihak lainnya. Salah satunya memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan guna membantu pembiayaan pelatihan bagi calon pekerja migran yang memiliki kemampuan, tetapi terkendala biaya.

“Peluang kerja sama melalui skema Sister City juga perlu dijajaki untuk memperluas akses penempatan tenaga kerja asal Kota Medan ke berbagai negara tujuan,” pesannya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *