Inspirasinews – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan akan dorong penambahan anggaran Perpustakaan Kota Medan. Hal ini dalam rangka menumbuhkan minat baca warga Kota Medan.
DPRD Medan akan dorong penambahan anggaran Perpustakaan itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Medan dengan Badan Perpustakaan Kota Medan, Selasa (7/4/2026).
Plt Kaban Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam menjalankan berbagai program yang telah direncanakan.
Begitupun, Laksamana, mengapresiasi perhatian dari DPRD dan Pemerintah Kota Medan terhadap pengembangan Perpustakaan dan peningkatan minat baca masyarakat.
“Kami bersyukur Wali Kota dan Wakil Wali Kota memiliki perhatian besar terhadap perpustakaan dan minat baca. Ini menjadi modal penting untuk pengembangan ke depan,” katanya.
Laksamana menyampaikan, pihaknya berencana menghimpun buku-buku layak baca dari berbagai pihak untuk kemudian didistribusikan ke Perpustakaan dan pojok baca di sejumlah wilayah.
Selain itu, sebutnya, pengembangan pojok baca di tingkat kecamatan juga akan terus didorong. “Kita akan koordinasikan agar setiap kecamatan memiliki pojok baca yang layak, sehingga akses masyarakat terhadap buku semakin mudah,” jelasnya.
Kemudian, tambah Laksamana, pemanfaatan teknologi di era digitalisasi saat ini penting untuk meningkatkan akses literasi, seperti melalui penyediaan buku digital dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. “Namun demikian, keberadaan perpustakaan fisik tetap memiliki peran penting sebagai ruang interaksi, edukasi, dan pengembangan komunitas literasi,” katanya.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Kasman Bin Marasakti Lubis, menegaskan kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, Perpustakaan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat.
“Kalau kita lihat dari anggarannya, memang masih sangat kecil. Ini cukup miris. Padahal perpustakaan adalah jendela dunia yang sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya.
Komisi II DPRD Kota Medan, tambah Kasman, akan mendorong penambahan anggaran pada pembahasan berikutnya. Selain itu, katanya, belum nyamannya kondisi fasilitas Perpustakaan bagi pengunjung juga harus menjadi perhatian.
“Kenyamanan ruang baca menjadi faktor penting dalam menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda. Tempat baca itu harus dibuat nyaman. Tidak harus mewah, tetapi minimal layak dan menarik agar masyarakat betah membaca,” tambahnya.
Selian itu, lanjut Kasman, ketersediaan buku, terutama untuk anak-anak dan remaja masih sangat terbatas. Buku-buku seperti komik edukatif animasi serta bacaan ringan yang mendidik masih minim jumlahnya.
“Padahal jenis tersebut efektif dalam menumbuhkan minat baca sejak dini. Ke depan, Perpustakaan di Kota Medan bisa menjadi tempat yang nyaman, lengkap, dan benar-benar diminati masyarakat,” harapnya. (sat)

