Sumut Umum

Gibran Tinjau Kondisi Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo

Spread the love

Inspirasinews – Karo, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, tinjau kondisi siswa diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo. Hal itu untuk memastikan para siswa mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan terbaik hingga kondisi pulih.

Gibran tinjau kondisi siswa diduga keracunan MBG di Karo di Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026). Kehadiran Gibran disambut Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, Bupati Karo Antonius Ginting dan Direktur RS Efarina Etaham.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa diduga mengalami keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Wapres dan Bobby mengunjungi satu per satu siswa yang menjalani perawatan di Ruang Karawang RS Efarina Etaham.

Selain itu, Wapres dan Gubernur Bobby juga menemui pihak keluarga siswa dan mendengarkan berbagai keluhan para orangtua, termasuk permintaan agar pemeriksaan dan perawatan kesehatan lanjutan dapat ditanggung pemerintah.

“Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik. Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi,” ucap Gibran.

Gibran juga menanyakan keluhan yang dirasakan para pasien. Pemerintah, katanya, menjamin seluruh biaya pengobatan bakal ditanggung pemerintah hingga para siswa benar-benar sembuh. “Tolong ini nanti Pak Gubernur, biayanya kita tanggung semua,” katanya.

Menanggapi itu, Bobby Nasution, langsung merespons dengan menanyakan kondisi anak kepada para orangtua siswa diduga keracunan MBG. Ia menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan pimpinan perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan tersebut.

Pemprov Sumut juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Langkah tersebut diperlukan karena pengalaman sakit yang dialami anak dapat memberikan dampak psikologis.

“Proses pemulihan para siswa tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka terus membaik,” ucapnya.

Salah seorang siswa mengalami dugaan keracunan MBG, SV, mengeluhkan sering mengalami sakit kepala, sesak dan sakit perut. Pada Jumat (11/9/2026), ia menjalani pengobatan jalan di RS Efarina dengan biaya mandiri. “Harapannya jaminan kesehatannya dipertanggubgjawabkan. Memang kami milih jalur untuk berobat mandiri,” pungkasnya.

Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution juga menjenguk Agnesia Paruliana br Silitonga, salah satu siswi yang menjadi korban dugaan keracunan Program MBG. Keduanya langsung melihat kondisi Agnesia yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Amanda, Jalan Lintas Desa Korpri, Berastagi, Kabupaten Karo

Gibran kembali memastikan proses perawatan medis serta ketersediaan obat-obatan bagi korban berjalan optimal. Ia juga menegaskan pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban sehingga keluarga pasien tidak perlu mengkhawatirkan persoalan pembiayaan.

“Kita tadi sudah memastikan ini dengan Pak Gubernur untuk semua biaya akan ditangani oleh pemerintah. Kita juga memberikan opsi kepada keluarga apakah anak tersebut mau dirujuk, apakah dirawat di RS di Medan atau bisa juga di RS di Jakarta,” ujar Gibran di lokasi.

Usai meninjau kondisi pasien serta berdialog dengan keluarga dan tim medis, Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution melanjutkan agenda dengan melaksanakan Shalat Jumat bersama. Setelah seluruh rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Karo selesai, Wapres Gibran dijadwalkan bertolak kembali ke Jakarta. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *