Medan

Dodi Simangunsong Ajak Orang Tua Perketat Aktivitas Gawai Anak

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Dodi Robert Simangunsong, ajak orang tua perketat aktivitas gawai (handphone) anak. Hal ini penting, guna menghindari anak dari jeratan judi online, narkoba serta keterlibatan dalam kelompok geng motor.

Dodi Robert Simangunsong ajak orang tua perketat aktivitas gawai anak pada Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Sisingamangaraja, Gang Pulau Harapan, Kelurahan Sitirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (26/9/2026).

Anggota Komisi III itu mengingatkan, ancaman digitalisasi yang mengintai generasi muda melalui konten-konten negatif. Sebab, anak-anak bebas mengakses berbagai situs. “Jadi, para orang tua harus memperketat pengawasan terhadap aktivitas handphone anak-anak, sehingga menjadi filter bagi anak-anak,” imbaunya.

Dodi juga menekankan pentingnya menanamkan nilai toleransi dan kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. “Saya tidak memandang latar belakang dalam membantu masyarakat. Mau apapun agama dan sukunya, tetap saya bantu. Kita harus bekerja bersama-sama. Saya pastikan, tim saya tidak boleh menganut prinsip “Asal Bapak Senang’ (ABS). Jika tidak bisa bekerja dengan jujur dan nyata untuk rakyat, lebih baik tidak usah,” tegas Dodi.

Pada kesempatan itu, Dodi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Pemkot Medan agar tepat sasaran menyentuh masyarakat, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan pengadaan lampu jalan di kawasan Gang Pulau Harapan.

Sementara, Rijen Sihombing, selaku narasumber memaparkan, tindakan radikal atau kekerasan tidak pernah muncul secara instan, melainkan berpangkal dari pemikiran dan cara pandang yang keliru. Rijen menyoroti fenomena media sosial saat ini kerap dipenuhi konflik, akibat benturan doktrin agama dan denominasi.

“Pancasila mengakomodasi keberagaman agar tidak ada tokoh agama yang menjadikan ajaran agamanya sebagai bahan bakar kekerasan dan kebencian. Tokoh agama harus mengajarkan kasih dan sikap saling menerima, bukan merasa paling benar lalu menyalahkan atau bahkan menghalalkan kekerasan terhadap kelompok lain,” tegas Rijen.

Rijen menekankan pentingnya membangun literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya para ibu, agar tidak latah menyebarkan informasi atau video yang belum tervalidasi hanya demi mengejar FYP (For Your Page) di media sosial. Penyebaran berita bohong (hoaks) tanpa verifikasi data dinilai dapat memicu konflik sosial dan hukum.

Rijen juga memberikan peringatan keras mengenai penggunaan gawai pada anak usia dini yang disebutnya bisa menjadi “racun” jika tidak dibentengi dengan ketat. “Gawai itu bagai pedang bermata dua, bisa menghancurkan masa depan anak melalui paparan konten negatif dan pornografi jika orang tua longgar dalam mengawasi,” tambahnya.

Di akhir paparannya, Rijen, mengajak warga untuk selalu mengedepankan dialog dan komunikasi intens dengan berkepala dingin dalam menyelesaikan setiap persoalan, baik dalam keluarga, masyarakat maupun hubungan dengan wakil rakyat. “Hal ini penting, guna menghindari sikap antipati dan kecurigaan tidak berdasar,” katanya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *