Sumut

Roma Uli Silalahi Jadi Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumut

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Roma Uli Silalahi jadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masa bakti 2026-2031.

Roma Uli Silalahi jadi Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumut, setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Perempuan Bangsa Provinsi Sumut di Medan, Jumat (3/7).

Hadir saat itu Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah yang merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sekretaris DPW PKB Sumut Zeira Salim Ritonga, mewakili Gubernur Sumut Dwi Endah Purwanti, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh dan 23 pengurus DPC Perempuan Bangsa se-Sumut.

Usai terpilih, Roma Uli Silalahi, menyampaikan komitmennya untuk segera menyusun kepengurusan dan memperkuat organisasi hingga ke seluruh daerah di Sumatera Utara.

“Setelah proses Muswil ini selesai, In Syaa Allah kita akan melaksanakan pelantikan kepengurusan DPW Perempuan Bangsa Provinsi Sumut masa bakti 2026–2031. Selanjutnya, kita juga akan melakukan pelantikan kepengurusan Perempuan Bangsa di seluruh kabupaten/kota di Sumut,” ujarnya.

Perempuan Bangsa, sebut anggota DPRD Kota Medan itu, merupakan organisasi terbuka bagi seluruh perempuan tanpa membedakan latar belakang agama maupun profesi. “Organisasi ini menjadi wadah bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, mengabdi kepada masyarakat, sekaligus melahirkan perempuan-perempuan yang mampu menjadi pemimpin,” katanya.

Salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan, kata Roma Uli, adalah pembentukan Klinik Perempuan Bangsa sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus wadah kegiatan sosial. Melalui klinik tersebut, Perempuan Bangsa akan menghadirkan berbagai layanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan, layanan USG serta program kesehatan lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Program ini nantinya semakin mendekatkan organisasi dengan masyarakat serta membangun kepercayaan publik,” harapnya.

Selain itu, sambung Roma Uli, DPW Perempuan Bangsa Sumut juga akan membentuk Koperasi Perempuan Bangsa sebagai penggerak ekonomi organisasi. Koperasi tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan operasional klinik, termasuk penyediaan obat-obatan dan berbagai kebutuhan lainnya, sekaligus berpartisipasi dalam penyediaan kebutuhan program-program pemerintah.

Menurut Roma, keuntungan koperasi nantinya tidak hanya dinikmati oleh anggota, tetapi juga akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

Ia juga berharap semakin banyak kader PKB yang terpilih menjadi anggota legislatif di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi sehingga dapat memperkuat perjuangan organisasi. “Ke depan, sekretariat Perempuan Bangsa akan dikembangkan menjadi pusat pemberdayaan perempuan. Seluruh anggota akan diberdayakan sesuai bidang keahlian masing-masing, baik di bidang kesehatan, hukum, pendidikan, ekonomi, sosial, maupun profesi lainnya,” katanya yang akan segera membentuk kepengurusan yang solid di seluruh 33 kabupaten/kota di Sumut.

Sementara Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan Perempuan Bangsa memiliki peran strategis dalam memperjuangkan hak-hak perempuan sekaligus memperkuat partisipasi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, peluang perempuan untuk berkiprah di berbagai bidang, termasuk politik, kini semakin terbuka. Karena itu, Perempuan Bangsa harus menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh perempuan untuk berkembang, belajar, dan berkontribusi.

“Selama ini Perempuan Bangsa memfokuskan programnya pada perlindungan hak perempuan dan anak, pencegahan kekerasan seksual, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kualitas kehidupan perempuan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan politik menjadi salah satu program utama organisasi. Melalui pembekalan kepemimpinan dan penguatan kapasitas, Perempuan Bangsa ingin mempersiapkan kader-kader perempuan agar mampu menjadi pemimpin partai, pemimpin masyarakat, maupun calon pemimpin dalam berbagai jenjang politik.

“Selain itu, Perempuan Bangsa juga terus merangkul berbagai kelompok perempuan, mulai dari pelaku UMKM, guru, aktivis, kelompok profesi, hingga ibu rumah tangga. Organisasi ini juga memberikan perhatian kepada mahasiswa, generasi milenial, dan Generasi Z agar semakin banyak perempuan muda yang terlibat dalam gerakan sosial dan politik,” tegasnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *