Sumut

Fabien Penone Jadi Dubes Asing Pertama Injakkan Kaki di Nias

Spread the love

Inspirasinews – Lagundri, Fabian Penone jadi Duta Besar (Dubes) asing pertama injakkan kaki di Nias. Dubes Prancis untuk Indonesia itu dibawa Gubernur Sumut, Bobby Nasution, meninjau potensi pariwisata dan kawasan situs megalitik di Nias Selatan.

Fabian Penone jadi Dubes asing pertama injakkan kaki di Nias itu setelah dibawa Gubernur Sumut meninjau salah satu kekayaan budaya di Nias yang ada sejak 5.000 ribu tahun lalu, Jumat (17/7/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Gubernur Sumut, Bobby Nasution, memperkenalkan Kepulauan Nias kepada pasar wisata Eropa. Membuka peluang kerjasama di sektor pariwisata dengan Pemerintah Prancis.

Selama berada di Nias Selatan, Fabien Penone bersama Bobby Nasution mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan yang telah lama menjadi identitas budaya masyarakat Nias.

Bobby Nasution mengatakan, Nias memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata internasional karena didukung keindahan alam, ombak kelas dunia, dan warisan budaya yang masih terjaga.

“Kami ingin semakin banyak wisatawan mancanegara, termasuk dari Prancis, mengenal dan datang ke Kepulauan Nias. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai kebutuhan agar sektor pariwisata di Nias semakin berkembang,” kata Bobby.

Menurut Bobby, kehadiran Duta Besar Prancis menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Nias secara langsung kepada salah satu negara yang memiliki jumlah wisatawan terbesar ke Indonesia.

Sementara itu, Fabien Penone, mengaku terkesan dengan keindahan alam dan kekayaan budaya yang dimiliki Kepulauan Nias.

Ia menilai Nias memiliki karakter berbeda di bandingkan destinasi wisata lain di Indonesia dan berpotensi menarik minat wisatawan asal Prancis.

Kunjungan tersebut juga menjadi catatan sejarah tersendiri karena untuk pertama kalinya seorang diplomat asing setingkat duta besar datang langsung ke Kepulauan Nias dalam agenda resmi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata, budaya, dan investasi. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *