Ekbis

Bank Sumut Luncurkan KUR BERKAH

Spread the love

Inspirasinews – Tapanuli Selatan, PT. Bank Sumut (Perseroda) luncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BERKAH di Tapanuli Economic Forum 2026. Selain memperteguh komitmen sebagai motor penggerak ekonomi, hal ini juga sebagai bentuk nyata keberpihakan Bank Sumut terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil.

Bank Sumut luncurkan KUR BERKAH di Tapanuli Economic Forum 2026 itu pada rangkaian High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (6/5/2026).

Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan KUR BERKAH dirancang dengan pendekatan berbasis kelompok (grameen model) untuk mendorong kemandirian pelaku usaha mikro, khususnya perempuan pra-sejahtera “Kehadiran KUR BERKAH ini juga membantu masyarakat terhindar dari praktik rentenir,” ujar Heru.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana.

“Pemulihan ekonomi terus kami dorong melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta penguatan sektor riil seperti pengembangan 1.000 hektare lahan jagung dan budidaya 2.000 kolam bioflok,” ujarnya.

Gus Irawan juga menekankan, pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Sumut dan BUMD, sebagai off-taker guna memastikan hasil produksi masyarakat memiliki kepastian pasar dan mampu menciptakan efek ekonomi berkelanjutan.

Gus Irawan juga mengapresiasi langkah Bank Sumut dalam mendorong percepatan digitalisasi daerah, termasuk inovasi implementasi QRIS Resto. Dia menilai, menjadi terobosan penting dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera, menyoroti pentingnya penguatan sektor unggulan daerah dan hilirisasi komoditas strategis seperti kopi dan CPO untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

Sedangkan Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, menyampaikan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di Tapanuli Selatan, memiliki prospek sangat baik dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) hanya sebesar 0,04 persen.

“Ini menunjukkan kualitas kredit sektor pertanian di Tapanuli Selatan sangat sehat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sinergi bersama perbankan, termasuk Bank Sumut,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bank Sumut juga menyerahkan secara simbolis KUR BERKAH kepada 13 nasabah dari dua kelompok usaha mikro serta merealisasikan penyaluran KUR dengan skema bunga 0 persen.

Selain itu, Bank Sumut melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, serta kelompok tani dalam program penyaluran KUR bagi petani jagung.

Kemudian penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai landasan penguatan kerja sama dalam pengelolaan keuangan daerah, peningkatan layanan perbankan, serta percepatan program pembangunan daerah berbasis digital. (rel/sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *