Inspirasinews – Medan, Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Kasman bin Marasakti Lubis, mengatakan Ramadhan Fair harus jadi kebangkitan ekonomi lokal serta penguatan niai-nilai ke-Islaman di tengah-tengah masyarakat Kota Medan.
Kasman mengatakan, Ramadhan Fair harus jadi kebangkitan ekonomi lokal itu menjawab wartawan di Medan, Selasa (24/2/2026). “Jadi, tidak hanya menjadi agenda hiburan dan seremonial semata,” katanya.
Pada prinsipnya, kata Kasman, DPRD mendukung kegiatan positif bertujuan membangkitkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM. “Ramadhan Fair merupakan kegiatan baik untuk mendorong perputaran ekonomi UMKM. Penggunaan anggaran mencapai Rp3 miliar itu harus transparan, efektif dan benar-benar memberikan dampak nyata,” pintanya.
Komisi II, sebut Kasman, melalui fungsi pengawasannya ingin memastikan keterlibatan pelaku UMKM berjalan adil dan proporsional. “Pelaku UMKM yang dilibatkan harus benar-benar merasakan manfaatnya. Evaluasi harus dilakukan, baik dari sisi peningkatan omzet, pemberdayaan, maupun keberlanjutan usaha setelah acara selesai,” tegasnya.
Rincian anggaran tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pinta politisi PKS itu, dapat diakses secara terbuka oleh publik sebagai bentuk akuntabilitas. “Transparansi adalah kunci. Karena itu menggunakan uang rakyat, maka rakyat berhak tahu secara detail peruntukannya,” katanya.
Menurut Kasman, Ramadhan Fair bisa menjadi ikon ekonomi syariah dan wisata religi Kota Medan jika dikelola dengan baik. “Sekali lagi, kualitas pelaksanaan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan,” pesannya. (sat)

