Medan

Penyelamat Lingkungan di Kota Medan Dapat Jaminan Perlindungan Sosial

Spread the love

Inspirasinews – Marelan, Penyelamat lingkungan di Kota Medan dapat jaminan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Kali ini, sebanyak 150 pemulung di TPA Terjun menerimanya.

Penyelamat lingkungan di Kota Medan dapat jaminan perlindungan sosial secara resmi kartunya diserahkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara simbolis kepada penyelamat lingkungan di TPA Terjun, Jalan Paluh Nibung, Kecamatan Marelan, Kamis (10/9/26).

Hadir saat itu Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Kunto Wibowo, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Medan Utara Husaini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Melvi Marlabayana, Kadis SDABMBK Khairul Azmi dan Camat Medan Marelan Zulkifli Pulungan serta para perwakilan perusahaan mitra pendukung.

Rico Waas mengatakan, pekerjaan pemulung di lokasi TPA Terjun memiliki tingkat risiko keberbahayaan cukup tinggi dan potensi kecelakaan kerja tidak dapat diabaikan. “Jadi, para penyelamat lingkungan di TPA Terjun ini sangat membutuhkan kepastian perlindungan,” ujar Rico Waas.

Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini, sebut Rico Waas, para pekerja informal akan mendapatkan berbagai jaminan sosial. “Jika terjadi kecelakaan kerja, seluruh biaya perawatan di rumah sakit akan ditanggung penuh. Pekerja juga diberikan santunan pengganti pendapatan harian selama masa pemulihan. Jika terjadi musibah fatal hingga meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan tunai serta beasiswa pendidikan bagi dua orang anak hingga jenjang perguruan tinggi,” ungkap Rico Waas.

Langkah ini, tambah Rico Waas, merupakan bentuk nyata perhatian dan rasa kemanusiaan Pemkot Medan bersama mitra pendukung. Tujuannya, bukan mendoakan hal buruk terjadi, melainkan untuk memastikan ada jaring pengaman sosial agar kecelakaan kerja tidak menciptakan keluarga miskin baru di Kota Medan.

Pemkot Medan, lanjut Rico Waas, terus memperluas cakupan perlindungan sosial melalui APBD. Setiap tahunnya, Pemkot Medan telah mengcover perlindungan bagi 17.851 pekerja rentan, disusul oleh 2.000 pekerja di sektor nelayan. Pada Perubahan APBD (P-APBD) mendatang, Pemko Medan merencanakan penambahan kuota perlindungan untuk 1.800 pekerja sektor informal lainnya. “Kita ingin membantu terus, terutama di sektor-sektor informal dan pekerja rentan belum memiliki perlindungan. Harapannya, perlindungan ini jangan sampai terjadi keluarga miskin baru,” jelas Rico Waas.

Rico Waas juga mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam memberikan perlindungan kepada penyelamat lingkungan. “Ini kepedulian kita bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan perusahaan yang ikut membantu memberikan CSR kepada para penyelamat lingkungan agar mereka bisa lebih terjamin dalam kehidupannya,” ujar Rico Waas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, melaporkan program tersebut merupakan komitmen Pemkot Medan dalam memberikan perlindungan bagi pekerja sektor informal persampahan melalui sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan dan dunia usaha.

“Melalui dukungan UNDP dan PT. Cola Company, telah didata 305 penyelamat lingkungan di TPA Terjun. Sejak 2 Juni, mereka telah menyelamatkan 432 ton sampah bernilai ekonomi, termasuk 321 ton sampah plastik. TPA Terjun, sebut Melvi, memiliki luas 13,8 hektar dengan timbunan sekitar 1,3 juta ton sampah dan menerima 1.000 hingga 1.200 ton sampah setiap hari. “Melalui program ini, 150 penyelamat lingkungan mendapatkan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Mariati, mengaku sangat terbantu dengan adanya jaminan perlindungan tersebut. Mariati kerap menghadapi risiko pekerjaan sehari-hari, seperti luka akibat terkena pecahan kaca saat bekerja. “Jaminan sosial ini memberikan rasa aman serta harapan untuk masa depan anak-anak. Saya menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota Medan Rico Waas yang telah menghadirkan program sangat menyentuh dan bermanfaat bagi masyarakat lapisan bawah,” ujar Mariati. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *