Inspirasinews – Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan sampaikan apa adanya walaupun pahit, agar bisa dilakukan perbaikan. Seluruh jajaran agar tidak terpaku pada angka capaian penilaian di atas kertas, meskipun angka capaian sekitar 80 persen lebih.
Rico Waas menegaskan, sampaikan apa adanya walaupun pahit itu saat memimpin rapat evaluasi capaian program prioritas sebagai bagian dari janji kampanye di Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026).
“Saya tidak suka ABS (Asal Bapak Senang). Jangan yang disampaikan kepada saya hanya angka-angka yang terlihat manis dan indah,” katanya.
Evaluasi dilakukan, kata Rico Waas, untuk memastikan seluruh janji kampanye dapat direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Ini bagian dari perjalanan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Janji kampanye yang kami sampaikan kepada masyarakat harus bisa diselesaikan. Di tahun pertama ini kita lakukan evaluasi untuk memastikan seluruh program tersebut benar-benar berjalan,” katanya.
Sebagian besar dari 24 program prioritas, kata Rico Waas, telah berjalan dan bahkan sejumlah program sudah dapat dicentang sebagai program terealisasi. Beberapa program yang telah berjalan, sebut Rico Waas, antara lain bantuan bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Tahfiz, bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, program sembako murah dan PKH Medan Makmur.
Kemudian, jaminan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas dan lansia, pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak, bantuan pengobatan bagi korban tindak kriminal yang tidak tercover BPJS, program senam gratis bagi masyarakat serta berbagai pelatihan pemberdayaan perempuan dari keluarga kurang mampu.
“Begitupun, masih terdapat sejumlah program membutuhkan percepatan, agar target yang ditetapkan dapat tercapai. Misalnya program layanan ambulans masih dalam tahap penguatan,” katanya.
Selain pengadaan armada baru, Rico Waas, meminta agar dilakukan kolaborasi dengan ambulans swasta agar dapat terintegrasi dengan layanan Pemkot Medan. Pembangunan jaringan dan pemasangan CCTV serta pemasangan PJU masih memerlukan percepatan realisasi.
“Kita pahami pembangunan jaringan membutuhkan waktu. Tapi tahun depan harus meningkat. Saya minta dicari skema yang lebih efektif dan efisien agar target pemasangan CCTV dan PJU bisa lebih cepat tercapai,” tegasnya.
Terkait target perbaikan 10.000 gang di Kota Medan, menurut Rico Waas, realisasinya masih jauh dari target dan perlu menjadi fokus seluruh perangkat daerah terkait. “Perbaikan 10.000 gang ini masih jauh di bawah 50 persen. Memang pekerjaan fisik berat dan membutuhkan biaya besar, tetapi ini harus terus dipercepat karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” pintanya.
Terkait sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, khususnya di kawasan Medan bagian utara, Rico Waas, meminta terus dilakukan koordinasi agar proses perbaikan dapat segera terealisasi.
Terakhir, Rico Waas, menegaskan pentingnya data akurat dan program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. “Saya tidak ingin data hanya menjadi pemanis. Saya ingin seluruh program ini benar-benar direalisasikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Medan,” tegasnya lagi. (sat)

