Sumut

Wali Kota Tebingtinggi Hadiri Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh

Spread the love

Inspirasinews – Banda Aceh, Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, hadiri Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Wali Kota Tebingtinggi hadiri Raker Komwil APEKSI di Banda Aceh bersama seluruh Wali Kota se-Indonesia itu bertujuan merumuskan langkah strategis pembangunan kota untuk dibawa ke tingkat nasional.

Ketua Komwil I Sumatera APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam paparannya menyampaikan dua isu utama, yakni ketangguhan bencana dan kemandirian fiskal. Kedua isu itu akan disampaikan pada Rakernas APEKSI di Kota Medan, Juni 2026 mendatang.

“Isu ketangguhan bencana menjadi prioritas karena kota, khususnya ibu kota provinsi memiliki peran vital dalam perekonomian. Jika terjadi bencana di satu kota, dampaknya bisa meluas ke daerah sekitar dan mengganggu aktivitas ekonomi. Ini menjadi perhatian utama yang harus disampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Wali Kota Medan itu.

APEKSI mendorong inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bentuk ketahanan fiskal. Salah satu model yang ditawarkan adalah penerapan sistem pembayaran pajak restoran berbasis QRIS dengan metode split payment yang telah sukses diterapkan di Kota Medan.

“Melalui sistem split payment, pajak langsung terbagi otomatis antara pelaku usaha dan kas daerah, sehingga lebih transparan dan akuntabel dibandingkan metode pelaporan manual. Ini memudahkan pengawasan dan pertanggungjawaban. Skema ini ingin kami bagikan ke kota lain, termasuk Banda Aceh,” tambahnya.

Selain itu, Raker Komwil I juga merumuskan penguatan kawasan konservasi dan lingkungan hidup, percepatan pembangunan infrastruktur, serta evaluasi tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Rekomendasi lainnya, yaitu terkait penyempurnaan sistem Online Single Submission (OSS) dan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), penguatan ekonomi dan layanan publik, perlindungan sosial dan kesehatan serta dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan UMKM.

APEKSI juga mengusulkan agar pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui APBN serta perubahan skema pajak seperti Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) supaya menggunakan pola opsen.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi risiko bencana, khususnya Kota Banda Aceh. Sebab, Kota Banda Aceh termasuk daerah rawan gempa, karena berada di sekitar patahan aktif.

“Melalui penguatan sistem tanggap bencana lintas sektor, mulai dari OPD hingga tingkat gampong (desa), pasar, masjid dan rumah sakit, kiranya masyarakat semakin sadar dan tangguh dalam menghadapi risiko bencana,” harap Illiza.

Di ketahui, partisipasi aktif Pemkot Tebingtinggi dalam Raker di harapkan mampu membawa inovasi baru, terutama dalam tata kelola keuangan daerah dan sistem mitigasi bencana lebih modern untuk diaplikasikan di Kota Tebingtinggi. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *