Inspirasinews – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) minta Pemerintah Kota (Pemkot) Medan benahi sistem pelayanan kesehatan serta kelengkapan alat medis. Sebab, pelayanan medis Kota Medan telah tertinggal jauh.
DPRD minta Pemkot Medan benahi sistem pelayanan kesehatan itu disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli, menjawab wartawan di Medan, Sabtu (7/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan pria yang akrab disapa, Nanda Ramli, itu menyikapi minimnya dokter spesialis di RS dr Pirngadi Medan dan RSUD Bachtiar Djafar.
Selain itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat itu, juga mendorong Pemkot Medan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit milik Pemkot Medan. “Dengan begitu, pelayanan kedua rumah sakit tersebut menjadi berkualitas,” katanya.
Dulu, sebut Nanda Ramli, masyarakat Malaysia berbondong-bondong datang berobat ke Kota Medan. Bahkan, tidak sedikit dokter Malaysia belajar di Kota Medan. “Sekarang posisinya terbalik. Justru masyarakat Kota Medan berlomba-lomba berobat ke Penang Malaysia. Jadi, Pemkot Medan harus meningkatkan SDM tenaga medis, memperbanyak dokter spesialis, sehingga masyarakat tidak lagi pergi berobat ke Penang,” ungkapnya.
Terkait minimnya dokter spesialis di RS dr Pirngadi Medan dan RSUD Bachtiar Djafar, Nanda Ramli, mengaku prihatin dengan kondisi itu. Akibatnya, dua rumah sakit milik Pemkot Medan itu kalah bersaing dengan rumah sakit-rumah sakit swasta yang ada di Kota Medan. “Tentunya ini menjadi kendala besar bagi kita,” katanya.
Kondisi ini terjadi, menurut Nanda Ramli, karena tidak sebandingnya gaji para dokter spesialis di rumah sakit milik Pemkot Medan dengan rumah sakit swasta. “Gaji dokter spesialis di rumah sakit milik Pemkot Medan lebih kecil di bandingkan dengan di tempat praktik. Ini yang membuat para dokter spesialis merasa enggan bekerja di rumah sakit milik Pemkot Medan,” jelasnya.
Kondisi ini, tambah Nanda Ramli, harus menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi Pemkot Medan sendiri. “Pemkot Medan harus bisa membuat terobosan agar dokter-dokter spesialis itu mau bekerja di rumah sakit milik Pemkot Medan. Bagaimana kita mau meningkatkan kualitas pelayanan, kalau minim dokter spesialis,” ujarnya. (sat)

