Medan

Dapur SPPG Yayasan Muda Santun Bermanfaat Gelar MOOC

Spread the love

Inspirasinews – Labuhan, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Muda Santun Bermanfaat gelar Massive Open Online Course (MOOC) “Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Bagi Penjamah Pangan” kepada para pekerja dapur. Pelatihan ini sebagai syarat sertifikat SLHS dan hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat.

Dapur SPPG Yayasan Muda Santun Bermanfaat gelar MOOC di Dapur SPPG Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (7/2/2026).

Mitra Yayasan Muda Santun Bermanfaat, Sudari, ST, MM, dalam sambutannya saat membuka MOOC menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah RI dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto atas program yang luar biasa ini. Sebab, program ini banyak efek positifnya dan memberi manfaat bagi berbagai elemen masyarakat.

“Targetnya, anak Indonesia dapat tumbuh kembang dengan baik, tidak hanya dari segi fisik dan mental saja, tetapi juga IQ agar anak-anak Indonesia ke depan dapat bersaing dalam berbagai ilmu pengetahuan,” kata anggota DPRD Kota Medan periode 2019-2024 itu.

Dasar itulah, sebut Sudari, Yayasan Muda Santun Bermanfaat di bawah pimpinan Ketua Yayasan, Faiz Fachrozi, ikut berkonstribusi dalam menumbuhkembangkan anak.

Ketua Yayasan Muda Santun Bermanfaat, Sudari, foto bersama pada MOOC di SPPG Jalan Yos Sudarso Medan
Mitra Yayasan Muda Santun Bermanfaat, Sudari, ST. MM, foto bersama dengan relawan penjamah pangan, trainer dan admin pada Massive Open Online Course (MOOC) “Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Bagi Penjamah Pangan” di dapur SPPG Yayasan Muda Santun Bermanfaat Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (7/2/2026). (foto/satriadi)

“Ibu-ibu para relawan juga ikut berkontribusi sesuai dengan bagiannya masing-masing di dapur ini. Jadi, kita harus ikhlas bekerja, karena bisa saja yang kita urus dan layani dengan beri makan ini anak atau saudara kita. Intinya, kita harus memberikan pelayanan terbaik buat penerima manfaat,” ungkapnya.

Terkait MOOC, sambung Sudari, untuk memastikan penyajian makanan sesuai dengan standart keamanan pangan “Yayasan sebagai mitra harus menyajikan makanan sesuai standar pangan BGN, itu salah satu syarat untuk mendapatkan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) dan sertifikat halal. Target kita dalam satu bulan sertifikat SLHS harus kita dapatkan. Sekali lagi, kita harus kerja ikhlas dan memahami tentang keamanan pangan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Sudari, meminta Pemkot Medan melalui OPD terkait untuk peduli terhadap kegiatan SPPG di Kota Medan. “OPD Pemkot Medan seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Ketapang selaku stakeholder harus memberikan edukasi kepada dapur, agar MBG yang diberikan kepada anak-anak di Kota Medan benar-benar sesuai standar yang telah ditentukan,” katanya.

Sebab, tambah Sudari, dapur SPPG banyak menampung tenaga kerja. “Kalau kita rata-ratakan di 21 kecamatan berdiri 10 dapur SPPG (1 dapur berisi 47 orang). 47x10x21, berarti hampir 10 ribu orang di Kota Medan menggantungkan harapan di dapur SPPG. Kiranya Pemkot Medan dapat lebih care mengadakan kegiatan pelatihan yang mendukung program MBG,” pintanya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *