Medan

Walau Belum Punya NIK, Anak/Balita Tetap Bisa Gunakan Program UHC

Spread the love

Inspirasinews – Belawan, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Kesehatan memastikan seluruh warga Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program Universal Coverage Health (UHC) tanpa terkecuali. Termasuk, anak atau balita yang belum memiliki Nomor Identitas Kependudukan (NIK).

“Caranya, bisa membawa Akte Kelahiran atau bisa juga membawa surat kelahirannya. Jangan lupa, orang tuanya bawa KK atau KTP Medan,” ucap perwakilan Dinkes Medan, Fatmawati.

Hal itu diungkapkannya kepada ratusan masyarakat pada penyelenggaraan Sosialisasi ke II Produk Hukum Daerah Kota Medan TA 2023 Perda No. 4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang diselenggarakan anggota DPRD Kota Medan, T. Edriansyah Rendy, di Jalan Selebes Gang 10, Lingkungan 32, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (26/2/2023) sore.

Bila nantinya membutuhkan pelayanan lebih lanjut ke rumah sakit, baik rawat jalan ataupun opname, kata Fatmawati, maka akan dirujuk oleh pihak Puskesmas.

“Itu nanti secara otomatis sekeluarga akan masuk dalam program UHC. Masyarakat tersebut akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis melalui pelayanan BPJS Kesehatan kelas III,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Fatmawati, juga membahas masalah stunting. Mengingat, Pemkot Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sangat fokus dalam menangani masalah stunting. Sementara, Kecamatan Medan Belawan merupakan kecamatan dengan angka stunting tertinggi di Kota Medan.

Ia menjelaskan, bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak. Hal itu bisa dilihat dari berat dan tinggi badan anak yang tidak tumbuh sesuai umur dan perbaikan nutrisi adalah solusinya.

Di sarankan bagi ibu yang punya anak baru lahir, agar memberikan ASI eksklusif. Selain itu, ibu yang sedang hamil juga wajib memeriksaan kehamilannya di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kebetulan di Kelurahan Belawan II ini banyak anak stuntingnya. Ini kita pantau terus. Program ‘bapak asuh’ juga terus kita kembangkan, supaya perbaikan nutrisi pada anak guna menekan angka stunting dapat kita maksimalkan,” ujarnya.

Sementara itu, T. Edriansyah Rendy, meminta warga di Kecamatan Medan Belawan untuk ikut serta dan proaktif dalam penanganan masalah stunting. Caranya, dengan mengikuti semua program penanganan stunting yang saat ini sedang di fokuskan Pemkot Medan.

“Selain memperbaiki masalah nutrisi, kita juga harus rutin membawa anak-anak kita untuk melakukan penimbangan berat badan sesuai instruksi dari Pemkot Medan. Jangan berkecil hati dengan kondisi anak-anak kita yang stunting, tapi kita harus semangat, bekerja keras dan berkolaborasi agar masalah stunting ini dapat segara teratasi,” ungkap Sekretaris Fraksi NasDem itu.

Dalam kegiatan itu, Rendy, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap pihak Dinas Sosial Kota Medan, Kecamatan Medan Belawan dan Kelurahan Belawan II yang tidak memenuhi undangan kegiatan tersebut. “Mereka kita undang, tapi tidak hadir. Bahkan, perwakilannya pun tidak ada,” cetusnya.

Di ketahui, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, pada 1 Desember 2022 melaunching program UHC. Sejak saat itu, warga Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP atau KK, meskipun tidak memiliki BPJS Kesehatan atau menunggak iuran. (sat)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *