Medan

Rico Waas: Hubungan Industrial Harus Sehat & Saling Mendukung

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan hubungan industrial harus sehat dan saling mendukung. Hal ini penting, agar Medan di kenal sebagai kota nyaman bagi pekerja maupun investor.

Rico Waas menegaskan, hubungan industrial harus sehat dan saling mendukung saat membuka Rakor anggota Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit dan Dewan Pengupahan Kota Medan, Rabu (4/3/26).

Hadir saat itu unsur Forkopimda Kota Medan, Kacab BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan Jefri Iswanto, sejumlah pimpinan OPD Pemkot Medan, para Ketua Serikat Pekerja serta pengusaha.

Sinergi antara pemerintah, pengusaha dan pekerja, kata Rico Waas, sangat penting dalam membangun hubungan industrial sehat demi kemajuan Kota Medan. “Rakor tidak hanya sebatas forum formal, tetapi juga harus terbangun komunikasi terbuka dan saling memahami,” katanya.

Kota Medan, sebut Rico Waas, akan maju jika pemerintah, pengusaha dan pekerja memiliki pemikiran sama. “Tantangan kita bukan di dalam, tetapi tantangan global, seperti persoalan geopolitik dan ekonomi dunia. Itu yang harus kita hadapi bersama,” katanya.

Pekerja, sebut Rico Waas, membutuhkan kesejahteraan, kepastian hak seperti THR serta peningkatan keterampilan. Di sisi lain, pengusaha membutuhkan tenaga kerja profesional dan iklim usaha kondusif.

Sementara pemerintah berkepentingan menciptakan stabilitas agar investasi terus tumbuh. “Jika investasi meningkat, maka lapangan kerja akan terbuka luas dan berdampak pada penurunan angka kemiskinan serta masalah sosial lainnya.

Pada kesempatan itu, Rico Waas, juga menekankan pentingnya profesionalisme dan komitmen kedua belah pihak, agar Medan di kenal sebagai kota nyaman bagi pekerja maupun investor. “Kita ingin orang bangga bekerja di Medan. Hubungan industrial harus sehat dan saling mendukung,” tegasnya.

Rico Waas juga mengungkapkan, capaian investasi Kota Medan tahun lalu melampaui target. Dari target Rp7,5 triliun, realisasi investasi mencapai Rp14,5 triliun. Dirinya optimistis potensi tersebut akan terus meningkat jika seluruh pihak solid menjaga iklim usaha.

“Pemkot Medan terus berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya serta memastikan proses investasi berjalan profesional tanpa hambatan birokrasi yang berbelit,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Rico Waas, mengajak semua pihak untuk terus memperkuat pertemuan formal maupun informal. “Pembangunan tidak bisa setengah-setengah. Kita harus solid membangun Kota Medan,” katanya.

Sebelumnya Plt Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramaddan, menyampaikan LKS Tripartit dibentuk untuk menciptakan hubungan industrial harmonis. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 502 kasus hubungan industrial di Kota Medan. Lebih dari 60 persen berhasil di selesaikan melalui kesepakatan bersama. “Ini juga berkat peran mediator yang bekerja menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial,” ujarnya.

Saat ini, sebut Ramaddan, Kota Medan memiliki 17 mediator hubungan industrial dan menjadi salah satu daerah dengan jumlah mediator terbanyak di Indonesia. “Ke depan, kualitas dan kuantitas mediator akan terus di tingkatkan, termasuk dengan pendekatan jemput bola ke perusahaan untuk melakukan pembinaan dan pencegahan dini terhadap potensi perselisihan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Ramaddan, mengingatkan seluruh perusahaan di Kota Medan untuk mematuhi kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). “Pembayaran THR adalah kewajiban. Jika ada laporan dari serikat pekerja terkait pelanggaran, akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *