Inspirasinews – Medan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, pertanyakan implementasi sistem digitalisasi pajak oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Hal ini penting dalam meminimalisir kebocoran pajak.
Bahrumsyah pertanyakan implementasi sistem digitalisasi pajak saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bapenda Kota Medan, Selasa (3/3/2026).
Hadir saat itu anggota Komisi III Godfried Efendi Lubis dan Sri Rezeki serta Kepala Bapenda, M. Agha Novrian bersama sejumlah staf.
Bapenda, kata Bahrumsyah, harus melakukan gebrakan atau inovasi baru dalam menyelamatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Saah satunya, dengan segera merealisasikan sistem digitalisasi pajak di setiap objek pajak.
Sistem ini, sebut Bahrumsyah, untuk mempermudah pelaporan, mempercepat validasi data, meningkatkan transparansi serta memperkuat kepatuhan wajib pajak, sehingga akan meminimalisir tingkat kebocoran pajak.
“Kapan sistem itu dapat diimplementasikan di Kota Medan. Kota Medan ini bukan kota pemekaran, kota sudah tua. Seharusnya, kota lain yang belajar sama kita, bukan sebaliknya. Yang pasti, tidak ada kemauan dari pejabat sebelumnya hingga sekarang,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bahrumsyah, mengingatkan Bapenda untuk meningkatkan pengawasan perolehan pajak restoran dan reklame. Sebab, pajak dari kedua sektor itu masih sangat rendah. Bahrumsyah mensinyalir masifnya “gerakan bawah meja”, sehingga kebocoran PAD dari kedua sektor itu sangat besar.
Sementara, Godfried Efendi Lubis, menyoroti BPHTB di Podomoro City. “Bukan Podomoro saja, perolehan BPHTB seluruh apartemen di Kota Medan harus dipompa,” pinta Godfried.
Godfried mensinyalir, banyak permainan memanipulasi pajak di apartemen. “Bapenda supaya menelusuri apakah transaksi sewa atau jual beli di apartemen. Silahkan dilakukan pendekatan dan diajak komunikasi Ikatan Notaris,” saran Godfried.
Menyikapi itu, M. Agha Novrian, mengatakan akan segera menindaklanjutinya. Pihaknya akan melakukan terobosan dalam upaya peningkatan PAD serta meminimalisir tingkat kebocoran.
“Terima kasih, ini merupakan masukan sama kami. Mudah-mudahan secepatnya akan kami tindaklanjuti. Kami tetap butuh masukan dan kritikan, agar kinerja kami dapat lebih baik ke depannya,” sebut Agha. (sat)

