Inspirasinews – Medan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan banjir masih jadi keluhan warga Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Pasalnya, kedua persoalan itu masih belum terselesaikan secara tuntas.
BPJS dan banjir masih jadi keluhan warga PBB itu terungkap saat Bendahara Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Medan, Reinhart Jeremy Anindhita, menjemput aspirasi masyarakat pada Reses V Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 yang dilaksanakan di Jalan Sekolah, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (21/2/2026).

warga Pulo Brayan, Sri Mulianingsih, mempertanyakan soal ketidakaktifan BPJS jika tidak digunakan dalam waktu lama. Sebab, dirinya khawatir jika tiba-tiba menderita sakit dan status BPJS non-aktif. “Benarkah BPJS akan non-aktif jika tidak dipergunakan dalam waktu lama,” tanya Mulianingsih.
Senada dengab itu, Ratna br Nababan, warga Jalan Lima, Lingkungan 7 menyampaikan dirinya dipersulit saat hendak berobat. “Awalnya saya ke rumah sakit, namun ditolak dan diarahkan ke klinik. Saat ke klinik juga begitu. Padahal, pakai KTP saja bisa karena sudah UHC. Kenapa saya seperti di bola-bola untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tanya Ratna.

Ratna juga mengeluhkan kondisi banjir yang kerap melanda. “Setiap tahun.wilayah kami selalu banjir. Bahkan, kami sempat mengungsi ke gereja saat debit air tinggi. Tolonglah pak ini dapat diselesaikan,” pintanya.
Sedangkan, Sumiati, warga Jalan Satu mengeluhkan kondisi air Perumda Tirtanadi. “Kami tidak dapat mengkonsumsi air Tirtanadi, karena airnya keruh dan bau kaporit. Kami terpaksa memakai air isi ulang untuk kebutuhan kami,” katanya.

Selain itu, Suparman dan Yusnani, meminta kepada Pemkot Medan melalui OPD terkait untuk memotong atau memangkas pohon yang sudah tidak layak. Sebab, dikhawatirkan dapat membahayakan warga. “Kami tidak tahu kemana mau melaporkan untuk pemotongan pohon ini. Kalau nanti kami potong sendiri, kami kena sanksi,” kata Suparman.
Terkait BPJS, dr. Sri Wirya Ningsih, menyampaikan BPJS PBI jika tidak dipakai, berarti warga tidak butuh. “Kalau tidak butuh, suatu saat bisa dinon-aktifkan. Solusinya, bapak-ibu minimal 6 bulan sekali cek ke Puskesmas, agar BPJS-nya tetap aktif,” saran dr. Sri.

Pada kesempatan itu, dr. Sri, mengajak sekaligus mengimbau masyarakat untuk peduli akan kesehatan. “Sekarang ini ada program pemerintah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Bapak-ibu bisa datang mengecek progres kesehatannya, agar tahu mengantisipasinya. Jangan nanti setelah parah, baru sibuk untuk berobat,” katanya.
Sementara, Reinhart Jeremy Anindhita, mengatakan Semua aspirasi yang disampaikan, sebut Reinhart, menjadi catatan dan masukan bagi DPRD untuk di teruskan kepada Pemkot Medan melalui sidang paripurna guna di tindaklajuti menjadi program pembangunan.

“Inilah gunanya Reses, kami jadi tahu apa yang menjadi keluhan bapak-ibu terkait dengan pembangunan Kota Medan,” sebut legislator dari Dapil III meliputi Kecamatan Medan Timur, Medan Deli, Medan Perjuangan dan Medan Tembung itu.
Hadir dalam kegiatan itu dari Dinas Lingkungan Hidup Ardiansyah Siregar, dari Dinas Pendidikan Tilamsari Harahap, dari Dinas Perhubungan Andre Franchisko S, dari Dinas PKPCKTR Salman Alfarisi, dari Dinas Koperasi UKM Perindah Erwinsyah, dari Dinas SDABMBK Suheri, Kasi Pem Medan Timur Rafnila Lubis, Lurah Pulo Brayan Yudha Arianto dan dari Perumda Tirtanadi M. Riduan Ritonga serta ribuan masyarakat. (sat)

