Ekbis Sumut

Bobby Minta Seluruh Daerah Jaga Ketersediaan Stok Bahan Pokok

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, minta seluruh daerah jaga ketersediaan stok bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 147 H. Upaya itu penting, agar inflasi tetap terkendali dan harga kebutuhan pokok tidak melonjak.

Bobby Nasution minta, seluruh daerah jaga ketersediaan stok bahan pokok saat memimpin high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (6/2/2026).

Hadir saat itu Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, seluruh kepala daerah se-Sumut serta OPD terkait Pemprov Sumut dan kabupaten/kota.

Hampir setiap tahun menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, kata Bobby, harga bahan pokok selalu meningkat. Hal ini disebabkan tingginya permintaan. “Jaga betul barang-barangnya. Seluruh wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya. Daerah lain sering meminta supply bahan pokok dari kita. Jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga di daerah kita sendiri jadi naik,” katanya.

Salah satu upaya agar bahan pokok tidak keluar ke provinsi lain, saran Bobby, dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sejumlah komoditas kerap menjadi penyebab inflasi di Sumut, antara lain cabai, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur dan ayam.

Menurutnya, BUMD dapat membeli langsung dari petani dengan harga bersaing, sehingga komoditas tersebut tidak bergerak keluar daerah. “Perhatikan betul-betul distribusinya. Saya minta tolong Pak Kapolda dan Pak Kajati ikut memonitor ini, Pemda bisa memanfaatkan BUMD-nya, beli langsung ke petani dengan harga kompetitif,” kata Bobby.

Berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumut berada di angka 3,81 persen (yoy), menurun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy). Menurut Bobby Nasution, capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam pengendalian inflasi di Sumut.

“Akhir tahun lalu, kita di urutan keempat inflasi tertinggi, dan sekarang 3,81 persen, angka ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan lebih dari itu, menunjukkan kolaborasi kuat kita menjaga inflasi, menjaga harga-harga barang tetap stabil,” katanya.

Sementara Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menegaskan perlunya komitmen setiap daerah dalam pengendalian inflasi. Hal tersebut tertuang dalam enam kesepakatan road map Pengendalian Inflasi Sumut menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Keenam kesepakatan tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, serta kerja sama dengan produsen daging ayam ras dan telur. Selain itu, juga direncanakan pengendalian kenaikan tarif administered price, early warning inflasi, serta kerja sama TPID–SPPG agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak monoton.

“Pasar murah misalnya harus dilakukan di pasar tradisional, bukan di kantor kecamatan, kantor wali kota, karena dampaknya akan berbeda, kemudian tarif air, transportasi, distribusi juga perlu dikendalikan, jangan malah naik saat tekanan inflasi tinggi dan juga kita bersinergi dengan SPPG agar menunya tidak melulu telur, ayam, agar permintaan komoditi ini tidak meningkat,” kata Rudy. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *