Medan

Hadi Suhendra: Warga Medan Utara Berhak Dapatkan Kehidupan Layak

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, menegaskan warga Medan Utara berhak dapatkan kehidupan layak dan sejahtera, sama seperti warga di wilayah Kota Medan lainnya.

Hadi Suhendra menegaskan, warga Medan Utara berhak dapatkan kehidupan layak dan Sejahtera itu pada Sosialisasi ke 1 Tahun Anggaran (TA) 2026 Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang dilaksanakan di dua lokasi berbeda, Minggu (25/1/2026).

Kedua lokasi itu, masing-masing di Jalan Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan dan Jalan Young Panah Hijau, Gang Cempaka, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan.

“Warga Medan Utara bukan warga kelas dua. Mereka memiliki hak yang sama atas pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan dan kehidupan bermartabat,” tegas pria yang akrab disapa, Hendra, itu.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, persoalan kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan pembangunan masih menjadi masalah serius dihadapi masyarakat Medan Utara.

Masyarakat belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan Kota Medan secara adil dan merata. Sebab, pembangunan selama ini masih terpusat di wilayah tertentu, sementara Medan Utara kerap tertinggal.

Menurut Hendra, tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan sosial menjadi indikator masih lemahnya perencanaan dan implementasi kebijakan pembangunan oleh Pemkot Medan.

“Perda Nomor 5 tahun 2015 harus dijalankan secara serius, konsisten dan terukur, bukan sekadar menjadi aturan di atas kertas. Perda ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Harus ada keberanian dan keseriusan untuk menjadikannya kebijakan nyata dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pinta Hendra, tidak bersifat seremonial. “Jangan sampai bantuan hanya berhenti di data dan laporan. Dampaknya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat miskin dan kelompok rentan,” katanya. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *