Medan

Buka RKPD 2027, Rico Waas: Medan Berpotensi Jadi Kota Perdagangan & Kuliner

Spread the love

Inspirasinews – Medan, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan Medan berpotensi besar jadi kota perdagangan dan kuliner. Karenanya, ini harus dilegalisasi sebagai identitas kota serta didukung dengan iklim investasi yang inklusif dan terbuka.

Rico Waas mengatakan, Medan berpotensi besar jadi kota perdagangan dan kuliner itu dalam sambutannya saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2027 di Medan, Rabu (21/1/26).

Hadir saat itu mewakili Kepala Bappelitbang Provinsi Sumut Tapisari Rumonda Siregar, Asisten Direktur Bank Indonesia Hasudungan Paulanka Siburian, Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota USU Anthoni Verry Mardianta, para Asisten dan Pimpinan OPD Pemkot Medan serta Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran, Denny S. Wardhana dan Wakil Ketua Melki Waas.

Capaian investasi Kota Medan tahun 2025, kata Rico Waas, mencapai Rp14,5 triliun dari target Rp7,6 triliun. “Capaian ini patut disyukuri. Pertanyaannya, apakah investasi itu benar-benar menggerakkan ekonomi dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat,” tegas Rico Waas.

Pembangunan kota, sebut Rico Waas, tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus membangun kualitas masyarakat dan daya saing ekonomi kota.

Kota Medan, sebut Rico Waas, harus berperan aktif mendukung visi besar Indonesia sebagai pemain utama di tingkat global. “Jadi, pertumbuhan ekonomi kota harus bergerak lebih masif, selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan kota-kota,” ungkapnya.

Tantangan ke depan, sambung Rico Waas, adalah memastikan investasi yang masuk mampu mendorong perdagangan dari hulu hingga hilir, menciptakan industrialisasi serta memberikan manfaat ekonomi secara luas.

Rico Waas menekankan, pentingnya kesamaan persepsi dan kerja lintas OPD dalam mendukung investasi. Mulai dari perizinan, pendampingan usaha, tata ruang, lingkungan hidup, ketertiban umum, hingga pelayanan kesehatan dan keamanan wilayah.

“Tidak boleh ada hambatan birokrasi maupun praktik tidak sehat yang membuat investor merasa resah. Semua OPD harus bekerja di frekuensi yang sama. Investasi tidak akan berjalan jika perizinan tersendat, koordinasi lemah atau masih ada oknum yang bermain,” kata Rico Waas.

Rico Waas berharap, seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan tidak menjadikan forum RKPD sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan gagasan dan solusi nyata bagi perkembangan pembangunan.

“Kita tidak berkumpul hanya untuk seremonial. Namun, kita berkumpul untuk bekerja, berkarya dan memberikan pemikiran terbaik bagi pembangunan Kota Medan dan bangsa ini,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Bappeda, Ferry Ichsan, melaporkan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Medan Tahun 2027 akan menghasilkan ide dan gagasan dari stakeholder untuk pembangunan Kota Medan ke depan, khususnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan. (sat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *