Inspirasinews – Medan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya sukseskan Asta Cita Presiden, yaitu membangun SDM unggul dan berkualitas melalui pendidikan.
Kemendikdasmen terus berupaya sukseskan Asta Cita Presiden itu disampaikan Menteri Dikdasmen, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya saat meresmikan Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMK Negeri 7 Medan, Jalan STM Medan, Minggu (4/1/2026).
Secara nasional, kata Mu’ti, anggaran revitalisasi mencapai Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah. “Kiranya bantuan ini, termasuk papan interaktif digital di Sumut dapat segera di gunakan secara maksimal,” harap Abdul Mu’ti.
Untuk wilayah Sumut, jelas Abdul Mu’ti, alokasi bantuan dari pemerintah pusat telah digelontorkan dalam program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan, antara lain anggaran revitalisasi sebesar Rp852 miliar dengan sasaran sebanyak 897 satuan pendidikan, terdiri dari 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB dan 5 PKBM/SKB.
Untuk program digitalisasi pendidikan di Sumut, sebut Abdul Mu’ti, telah di bagikan sebanyak 1.778 papan interaktif digital untuk mendukung metode pembelajaran modern di semester genap 2026.
Sementara Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan program sekolah gratis di Kepulauan Nias dan daerah terdampak bencana di mulai pada tahun 2026 ini.
Pemprov Sumut, kata Bobby, mengambil langkah cepat untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah tantangan bencana alam. Tercatat, sebanyak 50 SMA/SMK di Sumut terdampak banjir dan longsor di awal tahun ini.
“Senin esok, semester genap di mulai. Pemprov Sumut sudah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Meski ada dua sekolah belum bisa beraktivitas maksimal, karena dampak bencana, kami pastikan penanganan terus berjalan Pak Menteri,” ujar Bobby.
Dalam kesempatan itu, Bobby, mengumumkan program sekolah gratis tahun 2026 bagi seluruh SMA dan SMK di Kepulauan Nias serta wilayah terdampak bencana, seperti Langkat, Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput) dan Kota Sibolga.
“Di Kepulauan Nias masih ditemukan desa tertinggal butuh perhatian penuh. Kami akan menggratiskan biaya sekolah di sana serta membangun sekolah unggulan dan sekolah rakyat untuk mendukung visi Presiden,” tambahnya.
Bobby juga mengapresiasi dukungan besar dari pemerintah pusat. Ia berharap sinergi ini dapat membawa anak-anak Sumut menjadi penyumbang “emas” pada generasi Indonesia Emas 2045. “Kami ingin daerah kami memiliki SDM unggul. Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat bagi pendidikan di Sumut,” katanya. (sat)

